Asal Mula Kerajaan Sunda dan Pergantian Kekuasaan

Konon, sejarah kerajaan Sunda adalah kelanjutan Kerajaan Tarumanegara, dimana kerajaan ini mengalami keruntuhan di abad ke-7. Namun pada dasarnya, kerajaan Salakanagara telah ada terlebih dahulu sebelum Tarumanegara. Kerajaan Salakanagara ini memiliki ibu kota di Raja Putra. Sebelum dipimpin oleh Dewawarman, kerajaan ini hanyalah pendukuh kecil yang dipimpin Aki Tirem. Akan tetapi tidak ada sumber sejarah yang mendukung, sehingga kerajaan Salakanagara diragukan keberadaannya.

Cerita Kekuasaan Raja Sunda dan Awal Mula Berdirinya Kerajaan

Kerajaan Sunda awal kali diberitakan melalui penemuan prasasti Canggal. Prasasti inilah yang menjelaskan bahwasanya Raja Sanjaya yang merupakan Raja dari Kerajaan Mataram sudah membuat sebuah tempat pemujaan di daerah Wukir, tepatnya Kunjarakunja. Raja Sanjaya adalah anak dari Sannaha, yakni saudari Raja Sanna.

Kitab Parahiyangan menceritakan bahwa Sena menguasai kerajaan Galuh dan pada suatu waktu terjadilah perang perebutan kekuasaan, yakni direbut oleh Rahyang Purbashora. Kemudian Sanjaya mengalahkannya dan mampu menguasai Galuh. Selanjutnya ia menjadi Raja Mataram, sementara Galuh dan Sunda diberikan kepada puteranya yang bernama Rahyang Tamperan.

Selanjutnya, sejarah Kerajaan Sunda ini hilang cukup lama dan kembali muncul tahun 1030 saat dipimpin Maharaja Sri Jayahbupati. Dan nama ini terdapat di Sang Hyang Thapak di Cibadak Sukabumi. Gelarnya adalah Wikramottunggadewa, yang mana gelar ini sering dipakai oleh Airlangga di Kerajaan Mataram. Gelar itu memicu banyak sekali prasangka dan dugaan. Jayabhupati berusaha menaklukkan Airlangga, dan menegaskan bahwa ia adalah Raja Sunda. Saat itu, ibukota dari Kerajaan Sunda yakni Pakuan Pajajaran.

Cerita sejarah kerajaan Sunda selanjutnya yakni penggantian kuasa dari Sri Jayabhupati kepada Prabu Raja Wasthu. Dan kemudian ibukota kerajaan ini dipindahkan ke Kawali Ciamis, lalu mendirikan sebuah istana besar di Surawisesa. Raja Wastu pun meninggal dan kekuasaan diberikan kepada putranya, yakni bernama Rahyang Ningrat Kencana. Selanjutnya, pemerintahan jatuh pada Sri Baduga Maharaja. Kerajaan Sunda ini mengalami kedukaan saat pemerintahan itu karena adanya peristiwa Bubat tahun 1357. Dan peristiwa ini menggugurkan hampir semua pasukan di daerah Majapahit. Hal ini menyebabkan Sunda tidak memiliki raja lagi. Cerita sejarah https://kingsunda.com sangatlah menarik dan memberikan wawasan luas.

Related posts: