Divestasi Freeport Harus Diperjelas Terlebih Dahulu

Divestasi Freeport memang sudah ditandatangani namun masih memerlukan proses dan waktu untuk pembayarannya. Hal ini mengacu pada tahapan-tahapan yang harus dilakukan dan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran terhadap PTFI. Meskipun begitu, proses investasi masih memberikan kepastian yang bagus. Hal ini juga menyangkut proses yang disepakati oleh kedua belah pihak, jadi pembayaran pun memiliki waktunya sendiri.

Kenaikan saham

Sebelum adanya divestasi Freeport yang membuat Indonesia memiliki saham tinggi, saham yang dimiliki dulunya hanya sekitar 9,36% saja. Namun berkat ini, kini saham yang dimiliki sebesar 51%. Selain itu, dengan kepemilikan sebesar itu maka akan berdampak pada pemasukan keuangan negara. Tentu saja kepemilikan saham ini akan berdampak banyak bagi perekonomian Indonesia.

Keuntungan yang didapat berupa royalti dan pajak serta dividen untuk Inalum. Pemerintah daerah dan pusat akan menerima keuntungan dalam bentuk pajak dan royalti yang diberikan. Pihak Freeport mengatakan jika tahun-tahun ke depan, harga tembaga mengalami kenaikan hingga 90 miliar dolar Amerika, tentu hal tersebut menjanjikan.

Ada hal yang perlu diperjelas

Namun, ada beberapa hal yang masih perlu dipertanyakan menyangkut divestasi tersebut. Menurut Bisman Bhaktiar selaku Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) sangat disayangkan bahwa pemerintah belum mengungkapkan klausul perjanjian secara detail sebagai jaminan divestasi telah tuntas dan aman. Ia mengatakan jika ada beberapa hal yang masih perlu di pertanyakan menyangkut divestasi.

Masih menurut pada Bisman, pembuatan smelter perlu dipertanyakan. Sebab, realisasi PTFI terhadap pembangunan smelter masih belum jelas meskipun perusahaan tersebut sudah diberi waktu sejak tahun 2014. Hal ini diusut agar nantinya pihak Indonesia tidak turut dibebankan walaupun memegang 51% saham perusahaan.

Selain smelter, hal lain yang perlu dipertanyakan juga adalah mengenai isi perjanjian antara Inalum dengan PTFI. Isi perjanjian yang perlu diperjelas adalah mengenai kewajiban dan tanggung jawab untuk melaksanakan kewajiban sebelum divestasi Freeport berlangsung. Hal-hal tersebut patut diperjelas lagi supaya pemerintah sadar untung atau rugi melakukan divestasi dengan pihak Freeport di waktu mendatang.

Related posts: