Maraknya Pemalsuan Barang Industri Di Indonesia

peluang usahaBarang palsu memang sangat meresahkan para pemilik usaha. Terutama dalam usaha pakaian seperti kaos, celana sampai sepatu. Perbuatan seperti ini sangat banyak terjadi di Indonesia. Sebenarnya perbuatan tersebut adalah perbuatan yang terlarang dari segi hukum maupun agama, karena dalam segi hukum kegiatan tersebut adalah ilegal atau melanggar hukum. Sudah jelas-jelas para pengusaha sudah berusaha mencari ide baru dalam berpakaian, tetapi ada saja orang yang memanfaatkan karya mereka untuk memperjual belikannya dengan nama merk yang sama. Hal tersebut tentu saja adalah hal yang mempunyai pasal penipuan. Dalam dunia hukum kegiatan tersebut bisa saja dituntut karena menyebarkan barang yang tidak diproduksi oleh pengusaha aslinya tetapi memakai nama merk dari usaha tersebut, hal ini sudah jelas sekali sebagai tindak pidana penipuan dan plagiarisme. Dalam agama pun kegiatan penipuan adalah haram dilakukan, karena memang merugikan pihak lain, baik dari pihak konsumen maupun dari pihak produsen.

Mendukung Kegiatan Pemalsuan Barang Produksi Adalah Sebuah Kesalahan

Jika Anda memperjual belikan barang yang memang Anda sudah tahu dan terbukti palsu maka secara sadar Anda sedang mendukung pemalsuan dan Anda adalah salah satu pelanggar hukum yang dengan cara tersebut merugikan pihak lain. Jika dengan cara seperti itu, sebenarnya Anda bukanlah hanya sekedar mendukung, tetapi mencari nafkah yang secara agama pun hal tersebut adalah haram. Mengapa dikatakan demikian, karena seperti yang disebutkan tadi karena tindak pemalsuan barang sama saja penipuan yang pada akhirnya adalah perlakuan yang sangat dilarang agama dan hukum.

Anda adalah calon pengusaha yang sukses, bukan semata-mata sukses karena tidak didasari dengan hal yang menyangkut prinsip wirausahawan. Prinsip yang dimaksud adalah Anda hanya akan menjual barang milik Anda dan atas nama Anda jika memang Anda ingin menjadi produsen. Tetapi jika Anda hanya ingin menjadi sekedar reseller, maka Anda harus sesuai dengan prinsip Anda bahwa Anda hanya menjual barang yang memang milik Anda bukan milik atau atas nama orang lain. Karena Anda bukanlah pengusaha yang hidup dari hasil penipuan.

Related posts: